Selasa, 11 April 2017

Hijrahku ke Dunia Multimedia

Surprise!! itu yang aku rasakan akhir akhir ini. Ya sekarang aku masuk dalam dunia baru yang sebelumnya tidak pernah berani aku bayangkan. Dunia yang tidak pernah lepas dari penggunaan komputer, teks, suara, gambar, animasi, audio dan video. Dapat di bayangkan dulu aku berkecimpung di dunia tumbuhan dan hewan, mempelajari ciri morfologi, klasifikasi dan anatomi sekarang harus disibukkan dengan perangkat teknologi baik hardware maupun software. Dulu saya mempelajari sains yang notabene adalah merupakan ilmu-ilmu pasti sekarang aku harus masuk kedunia penuh estetika dan dengan cara pandang yang relatif tidak ada benar atau salah. Tapi semua membuat aku sangat excited..berasa aku menemukan oase di tengah padang pasir yang luas (iyuuh...!).

Mengapa aku bisa masuk ke dunia baru ini?? ini berawal dari salah satu program pemerintah yang mengefektifkan tenaga pendidik. Jumlah tenaga pendidik produktif untuk SMK masih kurang, sedangkan jumlah pendidik guru matpel selain produktif berlimpah, oleh sebab itulah guru-guru matpel diluar matpel produktif di latih untuk menguasai paket keahlian sesuai dengan peminatan. Nah ini adalah angin segar buatku yang merupakan guru dengan jam mengajar masih kurang dari 24 jam (efek kurikulum 2013), sebuah kesempatan untuk bisa mengembangkan dan menambah ilmu yang aku miliki. Sebenarnya saat pemilihan program keahlian yang akan diikuti aku cukup galau, aku memiliki ijazah Biologi otomatis yang linier dengan ijazahku adalah paket keahlian pertanian atau perikanan. Tetapi sekali lagi aku berpegang pada pernyataan "peminatan" dalam pemilihan program keahlian tersebut, sehingga akupun menjatuhkan pilihan ke program keahlian multimedia. Pertimbanganku adalah karena memang sekolah tempatku mengajar kekurang guru produktif multimedia, kemudian pertimbangan kedua adalah aku sangat tertarik dengan grafis dan fotografi.  Masih ingat saat ulangtahunku beberapa tahun lalu, suami memberikan hadiah kamera DSLR dan tanpa aku sadari aku pernah berkata "Kapan ya bisa mendapatkan pelatihan secara profesional dalam bidang fotografi". Nah ini yang membuatkumenjatuhkan pilihan dan masuk kedunia multimedia.

Program diawali dengan kegiatan  pembekalan yang dilaksanakan 3 hari di kabupaten Magetan, kami (semua guru yang masuk dalam program tersebut) melaksanakan kegiatan ON Servis 1 selama 3 bulan (pembelajaran dilaksanakan secara online) kemudian melaksanakan kegiatan IN Servis 1 selama 2 bulan di pusat belajar masing-masing. Sempat galau karena ada banyak pusat belajar Multimedia. Sedikit khawatir akan mendapatkan pusat belajar di kota yang jauh dari rumah atau bahkan di luar jawa membayangkan pun tidaaaak......!!! Sebenarnya ga papa juga sih bisa nambah ilmu di pulau orang cuma aku adalah tipe seorang ibu yang baik (ehem!!!) yang pada intinya ga kuat jauh dari si Ameyza yang lagi lucu-lucunya belajar bicara. Nah ternyata saya di tempatkan di pusat belajar SMKN 2 Kediri. Jarak kediri-Trenggalek tidak terlalu jauh kalau lancar sekitar 1,5 jam perjalanan (kalau sampai Trenggalek Kota tapi kalau harus naik gunung ke Pule tempat Mbah nya si Ameyza yang nambah 45 menitan). Lumayan dekat sih menurutku, artinya tiap akhir minggu bisa pulang.

Di Pusat Belajar inilah aku banyak belajar dari teman dan juga para instruktur yang aku akui sangat keren, mereka semua dengan senang hati berbagi ilmu. Tak segan-segan mengajari kalau aku agak lemot dalam memahami software software (yah harap maklum cin....), begitu juga dengan teman-teman lain yang sudah lama terjun ke dunia multimedia mereka terbuka untuk diajak sharing. Dalam IN 1 ini saya menemukan, guru, teman dan juga keluarga baru. 

Dulu saat diklat-diklat yang lain aku selalu merasa cepat bosan dan pingin cepat pulang tapi di sini tak terasa 1 bulan terlalui dengan sangat cepat, aku sangat menikmati setiap tugas-tugas yang diberikan dan aku cukup cerewet di dalam kelas tanya ini itu semua aku ganggu (wkwk). Aku benar-benar berharap ilmu yang aku peroleh ini bisa aku aplikasikan di dunia pendidikan. Aku berasa menemukan duniaku yang selama ini telah hilang. 

Semoga semangat ini akan tetap berkobar di dalam dada ( ^_^)








 

Kamis, 23 Maret 2017

Review Buku "Damar Wulan"



Daripada saya didera penasaran dan akhirnya masuk dalam mimpi, wih  ga asik juga dong mimpi tentang perpecahan majapahit, iya kalau mimpi tentang Damarwulannya klo mimpi tentang peperangannya?? Big no!. Ini gegara saya nya iseng dolan ke perpus sebelum liburan sekolah nah nemuin buku tentang kisah majapahit, mengingat saya paling demen dengan cerita-cerita sejarah yang berbau kerajaan-kerjaan gitu mulai kisah Ramayana, mahabarata, ken arok dll maka saya pun ga melewatkan salah satu karya Zhaenal Fanani ini. Rencananya mo dibaca saat liburan ternyata ada hal lain yang menyebabkan saya tidak bisa membacanya jadinya baru dibaca setelah liburan usai. Oke langsung cuz kecerita. Ingat ya guys ini murni pendapat saya tentang buku ini, artinya saya menulis review ini bukan berdasarkan review dari blog lain karena saya juga belum lihat review review dari tetangga sebelah kalau ada salah-salah sebelumnya mohon dimaafin.
Dimulai dari cover, kadang kita sering mendengar ada pernyataan jangan menilai isi buku dari covernya, tapi klo buku itu disegel kita kan hanya bisa melihat cover serta membaca synopsis yang terdapat dalam cover, klo dari cover sudah ga menarik pasti mo lihat isinya juga sedikit malas, itu kalo saya hehe.. Dari cover saya menilai sangat bagus ada gambar mahkota warna gold dengan background warna hitam dan langit jingga dengan siluet peperangan dua pasukan, itu sudah sangat representative sekali untuk menggambarkan isinya. Pasti keren,  itu yang terlintas dalam pemikiran saya. Nah sekarang kita masuk ke gaya penulisan (anggap saya orang ahli bahasa hahaha…padahal nulis di blog aja sangat berlepotan tata bahasa saya, mohon ijin kepada para ahli bahasa ya..)
Dari bab satu saya sudah dibuat terpana dengan gaya penulisannya, sangat tertata apik dan indah. Saat penulis mendiskripsikan suasana maka pembacanya seakan bisa ikut serta merasakan suasana tersebut, selain itu buku tersebut membuat orang mengenal beberapa sebutan jabatan yang digunakan orang jaman dahulu  kalau sekarang kayak menteri-menteri dan panglima gitu deh…kalau dulu ada Mahapatih yang dibantu oleh beberapa senopati dibawah senopati ada bekel dibawah bekel ada lurah prajurit. Selain itu juga ada panggilan Bhre / Bhatara (bukan bro lho ya…) yaitu suatu gelar yang diberikan kepada kerabat bangsawan sesuai dengan daerah kekuasaannya.  Begitu seterusnya sampai bab terakhir gaya penulisannya tetap indah menurut saya, akan tetapi saya menyayangkan beberapa part yang alurnya sedikit tergesa-gesa. Mungkin karena saya menikmati dari setiap alur sehingga merasa sangat sayang jika ceritanya disingkat.
Untuk isi, penulis akan mengajak kita berfikir keras tentang silsilah kerajaan karena pernikahakan antar kerabat itu sudah sangat biasa terjadi di kerjaan kerjaan tersebut sehingga membuat silsilahnya menjadi ruwet menurut saya, percaya atau tidak saya sampai membuat pohon silsilah untuk bisa menterjemahkan siapa anak siapa keturunan siapa. Contohnya seperti ini Prabu Dyah Hayam Wuruk dengan permaisuri Sri Sudewi Padukasori memiliki putri yang bernama Dyah Kusuma Wardani, Nah dari selirnya Hayam Wuruk juga memiliki anak laki-laki yang bernama Whirabumi yang kemudian diangkat anak oleh bibi Hayam wuruk yang merupakan istri dari Kuda Merta Sriwijayarajasa. Kuda Merta Sri Wijayarajasa ini yang  memutuskan mendirikan keraton baru yang bernama kedaton timur di daerah pamotan yang nantinya akan pindah ke Blambangan untuk menyusun kekuatan melengserkan kedaton Barat. Nah Wirabumi ini nantinya mempunyai istri namanya adalah Sri Nagarawardani yang merupakan adik dari Sri Wikramawardhana yang merupakan suami dari Dyah kusuma wardani putrid hayam Wuruk tadi. (Hayo sudah mulai ruwet kan?). Nah Dyah Kusuma Wardani dengan Wikramawardhana memiliki putri yang namanya dewi Suhita Kencana Wungu. Sedangkan Siapa Damarwulan? Ibunda Damarwulan adalah adik dari Wikramawardhana suami Dyah Kusuma Wardani. Sementara kakak lain dari ibundanya adalah Nagararawardhani yaitu istri dari Wirabumi yang dikemudian dicerita lain dikabarkan Arya Damar wulan mempersunting kencana wungu. Hadeeeh…kalo ga bikin pohon silsilah pasti bingung. Inilah fenomena menikah dengan kerabat dekat bikin pusing silsilahnya, selain itu kalau bicara masalah biologi secara genetis kurang baik pernikahan antar saudara karena dapat menyebabkan sifat2 yang resesif (tersembunyi ekspresinya) muncul pada keturunanya, kalau dilihat biasanya bangsawan, raja-raja atau putra mahkota dari berbagai Negara itu sering menderita penyakit aneh atau misterius hal itu bisa jadi karena pengaruh genetis, contohnya dalam buku ini disebutkan putra sulung dari Wikramawardhana memiliki penyakit misterius yang akhirnya meninggal diusia muda saat terjadi penyerangan Wirabumi dari blambangan ke Tumapel. Hal itu juga terjadi di kerajaan-kerjaan inggris, banyak anak dari para bangsawan meninggal  karena penyakit  hemophilia. Apa itu hemophilia? Browsing sendiri aja ya hehehe…Ok back to story
Dari isi bagus, karena memunculkan konflik politik, perebutan jabatan, akal licik dan juga  tentang sikap ksatria seorang Wirabumi yang dalam buku ini menjadi tokoh yang akan merebut kekuasaan Majapahit (bukan merebut sih sebenarnya menuntut haknya sebagai anak dari Hayam Wuruk). Pada intinya cerita ini dimulai dari salah paham antara Hayam Wuruk dan Wirabumi, kurang komunikasi, rasa gengsi yang terlalu tinggi, terlalu mengatasnamakan kehormatan dibumbui dengan pihak-pihak ketiga yang membuat tambah kisruhnya permasalahan untuk urusan pribadi dan jabatan  (Ternyata dari jaman dulu sudah ada ya yang seperti ini). Untuk ending hikz…saya digantung nih…belum ada penyelesaian sehingga saat saya membaca ending seakan akan saya merasa mau makan sebuah roti brownis kukus yang nyoklat banget dengan toping full keju tapi masih berada di estalase alias saya hanya bisa melihatnya ga bisa memakannya…menyebalkan kan? Penasaran kan? iyes…begitulah yang saya rasakan. Mungkin nih ya penulis ingin membuat sekuelnya atau memang kayak gitu tujuannya biar pembaca gemes biar pembaca memikirkan dan berimajinasi sendiri gimana endingnya. Fiuh….
Nah ada hal yang sedikit mengganjal dalam cerita ini yaitu terkait dengan julukan Bhre Whirabumi yaitu Menak Jingga, ini membuat saya menjadi bingung dengan cerita yang sudah familier ditelinga saya bahwa Menak Jingga adalah julukan dari Jaka Umbaran yang ingin mempersunting Dewi Kencana Wungu karena memenangkan sayembara untuk mengalahkan Kebo Marcuet yang memberontak. Kalau dalam cerita buku ini Minak Jingga (Wirabumi) adalah paman Kencana Wungu dan dia tidak punya keinginan untuk mempersunting keponakannya sendiri.  Saya sudah berusaha browsing tapi kelihatannya belum menemukan jawaban yang memuaskan. Yah sudahlah di ikhlaskan saja meski tetep penasaran kira-kira yang benar mana,  tapi over all saya cukup senang membaca buku tersebut untuk teman-teman yang menyukai cerita macam kerajaan kerajaan ini lumayan rekomended.
JUDUL                   : DAMARWULAN “Retaknya Mahkota Majapahit”
Pengarang          : Zhaenal Fanani
Penerbit              : Diva Press
Tahun                   : 2014
Ketebalan           : 335 halaman
Sumber foto blog : Google

Jumat, 29 Juli 2016

Review My Lipstick Matte

Hai guys...masih dalam rangka lipstick fever. Kalian tentu tau dengan lipstick yang lagi nge tren akhir akhir ini yaitu lipstick matte. Apa itu lipstick matte dan apa perbedaannya dengan glossy???
Lipstick matte adalah sejenis lipstick yang kering. Tapi bikin tekstur bibir lebih klihatan natural. Sedangkan lipstick glossy lipstick yg mengkilat, bikin bibir klihatan tebal sexy tapi ada yg yang bilang klo pake lipstick ini kayak habis makan gorengan hohoho *bayangin betapa berminyaknya*

Lipstick jenis glossy ini cukup ngetrend disaat sy usia SMA-kuliah jadi sekitar tahun 2000an. 

Back to matte lipstick. Kelemahan dari lipstick matte klo bibir kalian kering dan pecah pecah maka saat memakai lipstick jenis ini akan terlihat semakin kering dan pecah pecah. Solusinya hrs pk lipbalm dulu sblm pk lipstick matte. Kalau saya pakai perawatan vaseline lips teraphy. Jadi bibir tetep aman ga pecah pecah.

Ok sekarang kita langsung review aj mcm2 lipstick yang aku punya..*meski pada postingan sebelumnya sudah di bahas akan tetapi blm lengkap*.

Untuk swatch nya bisa dilihat di foto bawah ya maaf ini saya posting pake hp jd ga bisa sisipin gmbar di tengah2 review.

1. Mineral botanica 06 Plum Fairy
Lipstick ini adalah favorit saya, warna pink ke unguan. Saat saya memakai warna ini trus jilbab sy hitam kelihatan fresh bgt muka saya. Kontras gitu. Untuk tekstur bagus dan mudah dirapikan.saya suka banget.

2. Mineral botanica 16 Mauve
Warna ini rekom bgt untuk pecinta pink coklat. Saya juga suka tekstur ok banget. Cuma saya kelihatan lebih tua dr umur saya kalau pakai warna ini *begitu kata suami*

3. Mineral botanica 04 Fantasy Fuschia
Warna lipstick ini pink merah. Saya juga suka lihatan wajah fresh cuma kalau dipakai sehari hari terlalu nge-jreng .

4. Relvon 025 Carnation
Ini lipstick lama yang aku punya dan saya salah masukin ini ke kategori lipstick matte krna ini lipstick glossy *maaf-maaf terlanjur di swatch kemarin itu* Warna pink glossy..saya kurang suka

5. Natasha 05
Lipstick ini saya beli saat perawatan di natasha skin care. Warna ok tp skali lagi maaf ini jg bukan lipstick matte *lari...jangan ditimpuk sandal ya guys pisss**

6. Ranee 01 Moist
Klo yg ini asli matte sodara sodara, saya beli karena dulu saya ga punya lipstick merah dan berhubung anak anak didik saya mau pentas nari ya beli lah saya lipstick ini yang super ngejreng.. Merah tp juga ada unsur pink nya. Klo di swatch warna hampir mirip dengan mineral botanica yang no 04 fantasy fuschia

7. Purbasari 89 Jade
Saya sempat salah persepsi dengan lipstick ini sy kira pink kalem rada coklat melihat review dr beberapa beauty blogger cm klo di pakai dibibir saya jatuhnya pink ke merah, aduh gmn ya mendiskripsikannya pokoknya drpada ranee atau mica (mineral botanica) no 04 lebih kalem warnanya. Bagus sih...suka cocok untuk newbie red colour mksudnya yg mo nyoba2 warna merah. Coz ini ga terlalu merah dan bau nya saya suka..teksturnya jg lembut bgt. 

8. Kissprooff 002
Ini lipstick kok tinggal dikit ya perasaan jarang sy pakai. Oh iya br inget kemarin juga dipakai make up anak anak didik sy untuk pentas poh pantes tinggal dikit..its ok, Warna merah sexy...pas klo dibuat acara acara ya kyk tampil di panggung gt.

9. W n W 904B rosebud
Ini saya suka sekali, sayang bgt lipstick w n w cepet hilang dan suka transfer klo nempel di sesuatu. Warna pink coklat tp dominan warna pink nya. Pas banget untuk wajah saya rekomended bgt klo masalah warna.

10 W n W 907C Mauve Outta Here
Lipstick ini punya warna mirip dengan Mica no 06 plum fairy. Cuman lebih terang w n w ini. Warna juga keren diwajah saya. Ok sekarang sy paham memang wajah n kulit saya cenderung bersahabat dengan warna warna pink ke unguan.

11. W n W 968 Pinkerbell
Lipstik ini terlalu terang dan neon di wajah. Pink banget...cukup buat nambah koleksi aja. Just it! 

12. La Girl Flat Velvet 813  Hush
Lipstick ini mirip bgt sana w n w rosebud. Bedanya klo w n w satu kali oles lgs ngejreng warnanya klo la girl ini hrs berkali kali oles. Tetapi lipstick ini cukup lembut kyk purbasari. Keren pokoknya Meski kurang pigmented untuk seri ini

13. La Girl Flat Finish Gloss Dreamy

Liquid lipstick warna nude. Satu satunya warna nude yang saya punya hehe..

Bagus untuk sehari hari cuma kalau di kamera tidak klihatan. Namanya jg nude ya kyk kulit gt tp msh ada unsur pink nya kok.

14. Nyx SMLC 06 Istanbul
Lipstick merek ini dpt gelar lipstick sejuta umat karena hampir semua orang suka lipstick ini dan sangat dicari. Saya cuma punya 1 why??? Harganya mahal untuk kantong saya buk..
Rp 105.000 klo online blm ongkirnya oh tidaak bisa2 di jewer suami klo beli banyak banyak. Mending untuk beli susu anak benar ibu2???? Its right...!!!!!
Nyx SMLC istanbul memiliki warna pink cerah. Tidak bikin neon diwajah saya tapi kurang pigmented untuk seri ini. Klo dibuat sehari hari ok

15. Rire Brick Red
Lipstick ini punya bentuk mirip kutek, kecil imut tp warna yang di hasilkan ngejreng bgt...tajem setajam silet *ups..*
Saya suka warnanya yaitu merah bata..kadang saya mix dengan w n w rosebud hasilnya amazing. Keren pokoknya..

Nah guys msh ada satu lagi lipstick yang aku punya kmrin blm sempat aku foto bareng2. Tp tetap ada kok fotonya di bawah namanya Just Mist model krayon ini saya beli sudah lama banget. Tapi sy lihat Exp msh oktober 2017 jadi masih bisa di pakai dong. Berapa harganya only Rp 13.000,- seriuuus!!! Tapi ga tau sekarang brp. Dan guys saya sempat heran ternyata kok bnyk yang nyari lipstick ini ya akhir akhir ini. Ternyata masuk dlm kategori lipstick nge hits jg ya...hehe.

Dibawah ini ada beberapa foto foto yang mendukung.
Tengkyu udah mampir n membaca tulisan saya. Semoga ada manfaat dan jadi rekom klo mo beli lipstick. Maaf banyak typo bertebaran skali lagi karena posting pk hape *alasan*